Dari bahan alam, kulit pohon, kulit buah, akar, daun dan sejenisnya mampu diproses menjadi bahan dasar pewarna batik. Segi positif produksi bahan alami itu adalah ramah lingkungan, dan tidak berdampak kerusakan bagi lingkungan hidup. Melalui proses aktifitas batik warna alam itu, anggapan bahwa produksi batik berdampak pencemaran lilngkungan dapat ditepis. Bahan-bahan pewarna alam yang dipakai oleh para perajin batik adalah akasia, lerak, tinggi, jambal, jelawe, kulit pohon pace, alang-lang dan masih banyak lagi.