Batik Pekalongan Tidak Pernah Mati


DSC02725Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible HERITAGE of Humanity), pada 2 Oktober 2009 industri batik di Kota Pekalongan meningkat tajam . Usaha batik tumbuh di kelurahan-kelurahan di Kota Pekalongan, ssaat ini terdapat 502 unityang tersebar di 16 sentra industri batik di Kota Pekalongan. Ratusan unit ussaha tersebut menyerap tenaga kerja 7.090 orang dan menghasilkan produksi batik 1.147.854 kodi pertahun.

Untuk mengantisipasi persaingan yang semakin ketat saat ini para pelaku usaha mengembangkan beragam inovasi batik untuk memikat hati para konsumen dengan cara mengnombinasikan batik dengan kain tenun yang dibuat dari Alat Tenyn Bukan Mesin (ATBM).  Juga mengkombinasikan batik dari bahan-bahan ramah llingkungan. Kerajinan batik tidak harus menggunakan kain, limbah kertas timah dapat dijadikan media untuk membatik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s