batik tradisional indonesia

 Sejak dinobatkan sebagai budaya asli bangsa Indonesia oleh badan dunia UNESCO tahun 2009, batik tradisional indonesia (Pekalongan) telah menjadi ikon nasional. Sekarang telah dirintis batik bermotif daun Tembakau. Kualitas batik erat kaitannya dengan bahan yang dipakai. Karenanya untuk membuat produk batik yang berkualtitas ditentukan oleh tujuan pemakaianya atau fungsinya dan harus mengetahaui sifat-sifat bahan yang akan digunakan agar dapat menentukan proses yang tepat dan sesuai. Batik motif daun tembakau ini senakin banyak peminat dan konsumennya karena unik dan nyaman dipakai oleh berbagai kalangan. Namun masih  sedikit diproduksi oleh kalangana pengrajin batik mauapun para pedagang batik di pasar-pasar grosir belum banyak menyediaakan batik motif  ini. Inilah yang menjadi tantangan bagi para perajin untuk berinovasi agar motif batik yang berkembang saat ini tidak monoton.
Iklan

Membuat Orang Lain Merasa Penting

122409 Menguji matrix penilaian dengan excell

Disukai banyak orang sungguh menyenangkan, tetap bukan hal yang mudah untuk menjadi pribadi yang disukai. Memang kita tak bisa menuntut orang supaya menyukai hidup kita. Tetapi tak nyaman juga menjalani hidup jika banyak orang yang tidak menyukai kita. Berikut ini ada 7 cara agar kita menjadi pribadi yang disukai banyak orang. Paling tidak dengan menerapkan tips ini tak terlalu banyak musuh atau orang yang menyukai kita.

1. Tulus, sifat yang paling disukai semua  orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai, karena yakin tidak akan dibodohi dan dibohongi. Orang yanng tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengnada-ada pura-pura, mencari-cari alasan, atau memutar balikkan fakta.

2. Rendah Hati, rendah hati merupakan ungkapan dari kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya bisa bersikap rendah hati. Seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menbghargai keunggulan orang lain.

Rasanya sedikit orang yang  punya waktu mementingkan orang lain sambil menekan kepentingan sendiri. Dalam percakapan sekecil apa pun  kelakuannya selalu gampang terbaca.

  1.  Selalu ingin jauh lebih banyak bicara daripada mendengar.
  2. Kalau pun mendengar, sebetulnya cuma  berpura-pura saja
  3. Jika orang lain sedang berpendapat, ia akan cepat menyiapkan sanggahan pembenaran sendiri
  4. Jika kedapatan salah, ia akan segera sibuk bertahan dengan argumentasinya sendiri
  5. Jika keyakinan dirinya bertambah, ia demikian berpetuah dengan rasa bangganya
  6. Demikian si pembual dengan selalu membusungkan dadanya.